ASN Madrasah Sebagai Pilar Moderasi Beragama dan Pendidikan Karakter
Tinambung, (KemenagPolmanNEWS) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Polewali Mandar menggelar kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Satuan Kerja bertajuk “ASN Madrasah Sebagai Pilar Moderasi Beragama dan Pendidikan Karakter”, Sabtu (26/7), bertempat di Aula MIN 1 Polman.
Acara penting ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H. Adnan Nota, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Dr. H. Imran K. Kesa dan Pengawas Madrasah Narjus, S.Pd., M.Pd. Turut hadir Kepala Madrasah MIN 1 Polman, Rahmat, S.Ag, serta seluruh guru madrasah dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 1 Polewali Mandar.
Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Sulbar, Dr. H. Adnan Nota, menegaskan bahwa ASN madrasah harus menjadi teladan dalam implementasi moderasi beragama dan pendidikan karakter. Ia juga menekankan peran strategis ASN dalam menyukseskan program Gerakan Bebas Buta Aksara Al-Qur’an (GBBAQ) yang telah dijalankan secara masif di wilayah Sulawesi Barat.
“Saya berharap Polewali Mandar mampu menjadi daerah percontohan dalam pelaksanaan GBBAQ. ASN madrasah harus berada di garis depan, tidak hanya mengajar, tetapi juga menggerakkan,” tegasnya.
Kakanwil juga menyoroti Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan baru dalam dunia pendidikan yang menekankan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan. KBC diyakini mampu menjadi solusi atas krisis karakter dan sosial yang tengah dihadapi bangsa.
“Pendidikan adalah kunci perubahan sosial. KBC hadir bukan hanya untuk mengajar, tetapi membentuk pribadi yang utuh dan berintegritas,” lanjutnya.
Komitmen pada Reformasi Birokrasi
Tak kalah penting, Kakanwil mengajak seluruh ASN madrasah untuk memperkuat komitmen terhadap reformasi birokrasi, yang menjadi agenda prioritas nasional Kementerian Agama. ASN diminta untuk bekerja dengan semangat pelayanan, transparansi, akuntabilitas, dan anti-korupsi.
“ASN madrasah harus menjadi wajah pelayanan publik yang bersih dan berintegritas. Reformasi birokrasi bukan hanya urusan administrasi, tetapi menyentuh nilai dan etos kerja kita semua,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan dan efektivitas kerja sebagai bentuk akselerasi reformasi birokrasi, terutama di lingkungan madrasah.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kemenag Polewali Mandar, Dr. H. Imran K. Kesa, melaporkan bahwa pihaknya telah memulai asesmen internal dalam mendukung program GBBAQ, serta mendorong budaya kerja ASN yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami telah melakukan asesmen terhadap staf Kemenag Polman, guru madrasah, hingga guru PAI di sekolah umum. Selanjutnya akan kami sinergikan dengan Pemda untuk asesmen lanjutan,” ungkapnya.
Kepedulian Lingkungan Lewat Ekoteologi
Kegiatan ini juga menyentuh aspek Ekoteologi, sebuah pendekatan spiritual dan moral terhadap pelestarian lingkungan. Dalam rangkaian acara, peserta melakukan aksi simbolik dengan menanam pohon di lingkungan madrasah, sebagai wujud komitmen ASN terhadap kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem.
Dengan semangat moderasi, cinta, pelayanan, dan keberlanjutan, kegiatan pembinaan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran ASN madrasah sebagai agen perubahan sosial, baik di ruang kelas maupun dalam kehidupan bermasyarakat.









