Belajar dengan Cinta, Tumbuh dengan Akhlak: 70 Peserta Didik RA Kec. Tinambung dan Kec. Tutar Resmi Ditamatkan
Tinambung – Suasana haru dan bahagia menyelimuti kegiatan Penamatan dan Pelepasan Peserta Didik dari empat Raudhatul Athfal (RA) di Kecamatan Tinambung dan Kecamatan Tutar yang digelar pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar anak-anak di jenjang pendidikan usia dini sekaligus awal perjalanan mereka menuju pendidikan dasar.
Acara tersebut dihadiri oleh Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, H. Marsuki, Kepala KUA Tinambung, perwakilan Pemerintah Kecamatan Tinambung, Kepala Desa Karama, para kepala madrasah, guru, serta orang tua peserta didik.
Sebanyak 70 peserta didik mengikuti prosesi penamatan dan pelepasan yang berasal dari empat lembaga RA, yakni RA Bina Generasi Mandiri sebanyak 36 peserta didik, RA Al Kahfi Mandar Karama sebanyak 10 peserta didik, RA Perwanida Hasana Tubbi sebanyak 10 peserta didik, dan RA Ma’arif Tabassala sebanyak 14 peserta didik.
Dalam sambutannya, H. Marsuki menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kebiasaan, karakter, dan akhlak anak. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal bagi anak di masa depan.
“Pendidikan akan mengubah kebiasaan anak menjadi lebih baik. Apa yang diajarkan dan ditanamkan sejak usia dini akan membentuk karakter mereka saat tumbuh dewasa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengimplementasikan Program Berbasis Cinta yang menjadi bagian dari Asta Protas Kementerian Agama. Program tersebut menekankan pendekatan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang, penghargaan, dan kepedulian dalam setiap proses pembelajaran.
Menurutnya, lingkungan belajar yang dibangun dengan cinta akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, H. Marsuki menyampaikan bahwa program Baca Bimbing Al-Qur’an (BBAQ) yang dijalankan di lingkungan Kementerian Agama telah berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi positif dalam membangun generasi Qurani sejak usia dini. Program tersebut diharapkan terus diperkuat agar anak-anak semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan mereka.
Dengan bekal pendidikan yang telah mereka peroleh, para peserta didik diharapkan mampu melangkah ke jenjang berikutnya dengan penuh percaya diri, semangat belajar yang tinggi, serta karakter yang kuat sebagai generasi penerus bangsa.









