Berkah Haul ke-19 H. Nota Ayahanda Kakanwil Kemenag Sulbar, Momentum Silaturahmi dan Refleksi Spiritualitas
Binuang,(KemenagPolmanNEWS) — Pelaksanaan Haul ke-19 H. Nota Ayahanda Kakanwil Kemenag Sulbar kembali digelar dengan penuh khidmat dan kekeluargaan pada malam ini, (Jumat Malam, 16 Mei 2025) bertempat di Aula Pondok Pesantren Nahdlatul Ummah Kanang, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga besar almarhum, tetapi juga menjadi wadah berkumpulnya masyarakat, tokoh agama, serta keluarga besar Kementerian Agama dalam mengenang jasa dan keteladanan H. Nota.
Pelaksana Haul, perwakilan dari keluarga besar H. Nota, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap warisan perjuangan dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan oleh almarhum.
“Haul ini sudah menjadi rutinitas tahunan yang bukan hanya mengenang sosok H. Nota, tapi juga menjadi momentum memperkuat tali silaturahmi dan refleksi nilai-nilai yang beliau tinggalkan,” ungkapnya.
Turut hadir dalam acara ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, H. Adnan Nota, MA, yang juga merupakan putra dari almarhum H. Nota. Kehadiran beliau bersama sejumlah tokoh ulama seperti KH. Tsabit Najamuddin, Kiai H. Husaini Hasan, dan H. Misabahuddin semakin menambah kekhidmatan acara.
Dari unsur Kemenag Kabupaten Polman, tampak hadir Plh. Kepala Kantor Kemenag Polman, M. Athar, Kasubag TU, para kepala seksi, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, H. Adnan Nota MA menekankan pentingnya meneruskan perjuangan pendidikan dan dakwah yang telah dirintis oleh ayahandanya. “Yayasan Nahdlatul Ummah tidak bisa dilepaskan dari jasa beliau. Murid-murid yang beliau didik telah menjadi peletak dasar berdirinya pondok pesantren ini, dan kini perjuangan itu diteruskan oleh anak cucunya,” tutur H. Adnan.
Saat ini, sejumlah cucu H. Nota turut mengabdi sebagai pembina yayasan dan tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ummah. Ini menjadi bukti bahwa warisan spiritual dan intelektual almarhum terus hidup dan berkembang melalui generasi penerusnya.
Haul ke-19 ini tidak hanya menjadi momen mengenang, tetapi juga menguatkan komitmen untuk terus membangun peradaban Islam yang berakar pada nilai keilmuan, keteladanan, dan pengabdian — sebagaimana yang telah dicontohkan oleh H. Nota Ayahanda semasa hidupnya.









