Ditandai dengan Pemukulan Bedug, Kakan. Kemenag bersama Kapolsek Lounching Kampung BBAQ di Penanian

Admin

Ditandai dengan Pemukulan Bedug, Kakan. Kemenag bersama Kapolsek Lounching Kampung BBAQ di Penanian

Polewali Mandar, 25 September 2025 — Suasana penuh khidmat menyelimuti Dusun Penaniang, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (25/9). Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dirangkaikan dengan launching Kampung Bebas Buta Aksara Al-Qur’an (BBAQ) sebagai bagian dari program Kementerian Agama dalam gerakan literasi Al-Qur’an.

Acara yang digelar di halaman masjid setempat dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Dr. H. Imran K. Kesa, bersama jajaran pejabat terkait. Hadir pula Kepala Desa Batetangnga, Kapolsek Binuang, Kasi Bimas Islam Kemenag Polman H. Haris Nawawi, Kepala KUA Binuang Mukhlis Kaddam, serta sejumlah tokoh masyarakat, majelis taklim, dan warga setempat.

Launching Kampung BBAQ ditandai dengan pemukulan beduk oleh Kepala Kantor Kemenag Polman bersama Kapolsek Binuang sebagai simbol dimulainya gerakan bersama memerangi buta aksara Al-Qur’an.

Mewariskan Al-Qur’an untuk Generasi

Dalam sambutannya, Dr. H. Imran K. Kesa menekankan pentingnya pewarisan Al-Qur’an kepada generasi muda.

“Kita harus mewariskan Al-Qur’an kepada anak-anak kita. Setiap hari sempatkan diri membaca Al-Qur’an, karena di dalamnya ada petunjuk, cahaya, dan obat hati,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Gerakan Bebas Buta Aksara Al-Qur’an (GBBAQ) Kemenag Polman, Mimsyad Rusli, mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dalam menyukseskan program ini.

“Bergerak bersama, mari sukseskan Launching Kampung BBAQ. Penaniang ini menjadi desa ke-6 dari 16 kecamatan di Polewali Mandar yang telah meluncurkan program ini. Harapannya, lahir cendekiawan yang taat agama,” tegasnya.

Dukungan Program Kanwil Kemenag Sulbar

Dukungan juga datang dari H. Haris, Kasi Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulbar, yang menyebut program BBAQ sejalan dengan upaya pencegahan dini terhadap paham keagamaan yang menyimpang.

“Gaspull, GBBAQ, program pembinaan keluarga sakinah melalui pernikahan, hingga deteksi dini terhadap paham keagamaan. Semua ini adalah bagian dari ikhtiar Kemenag untuk menjaga umat,” jelasnya.

Doa dan Harapan

Peringatan Maulid Nabi SAW dan launching Kampung BBAQ ini juga diwarnai dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Semangatnya adalah “melangitkan doa, membumikan Al-Qur’an”, sebagaimana pesan dalam QS. An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan agar umat Islam meninggalkan generasi yang kuat dalam iman dan ilmu.

Kampung BBAQ di Dusun Penaniang diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain dalam menghidupkan tradisi mengaji. Seperti pesan para tokoh agama, “Pa’guru anakta mangaji, Kementerian Agama hadir untuk memastikan Al-Qur’an menjadi cahaya kehidupan.”