FKUB Polewali Mandar Gelar Dialog Lintas Agama: Bahas Peran Agama Atasi Krisis Iklim dan Keberlanjutan Lingkungan
Polewali, (KemenagPolmanNEWS) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Polewali Mandar menggelar kegiatan Dialog Lintas Agama yang mengangkat tema “Peran Agama dalam Mengatasi Krisis Iklim dan Keberlanjutan Lingkungan”, Sabtu, (12/07), bertempat di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama, pimpinan organisasi keagamaan, serta para pemuda lintas iman. Hadir secara khusus Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H. Adnan Nota, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Dr. Imran K. Kesa, serta Wakil Ketua FKUB Polman, Jamaluddin, S.Th.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulbar, Dr. Adnan Nota, menegaskan pentingnya peran agama dalam menjawab tantangan krisis iklim global. Ia menyoroti kebijakan Asta Protas Kementerian Agama RI yang salah satunya mencakup isu lingkungan dan penguatan ekoteologi sebagai pendekatan keberagamaan yang berpihak pada pelestarian alam.
“Krisis iklim bukan hanya isu sains, tapi juga persoalan moral dan spiritual. Agama-agama memikul tanggung jawab besar dalam menanamkan kesadaran ekologis kepada umatnya,” ujar Adnan Nota.
Senada dengan itu, Kepala Kemenag Polman, Dr. Imran K. Kesa, menekankan bahwa prinsip ekoteologi harus menjadi bagian dari ajaran dan praktik keagamaan sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh tokoh agama di Polman untuk aktif membangun narasi keagamaan yang ramah lingkungan.
“Kita harus mulai dari yang kecil: menanam pohon, mengurangi sampah plastik di rumah ibadah, hingga mendorong khutbah atau ceramah bertema lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua FKUB, Jamaluddin, S.Th, menyatakan bahwa dialog lintas agama seperti ini sangat penting untuk membangun sinergi antarumat dalam menghadapi isu-isu kemanusiaan bersama, termasuk perubahan iklim.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang menghasilkan sejumlah rekomendasi konkret, di antaranya pembentukan Forum Agama Peduli Lingkungan, penyusunan modul dakwah ramah lingkungan, dan rencana aksi penanaman pohon lintas agama di wilayah Po
lewali Mandar.









