Ka. Kemenag Polman Hadiri Festival Budaya di Buttu Ciping Tinambung

Fadli

Ka. Kemenag Polman Hadiri Festival Budaya di Buttu Ciping Tinambung

Tinambung, (KemenagPolmanNEWS) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Dr. H. Imran K. Kesa, menghadiri kegiatan Festival Budaya yang digelar di kawasan Buttu Ciping, Kecamatan Tinambung. Festival ini menjadi sorotan karena mengangkat tema pelestarian senjata tradisional dalam Festival Keris dan Badik, yang diselenggarakan oleh Taman Budaya dan Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, yang turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara budaya tersebut. Dalam sambutannya, Salim menyatakan pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa.

“Keris dan badik bukan hanya senjata, tapi simbol identitas, kearifan lokal, dan spiritualitas bangsa kita. Kontes seperti ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya,” ujar Salim S. Mengga.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengenali dan mencintai budaya sendiri sebagai upaya menjaga keberlangsungan nilai-nilai luhur nenek moyang.

Festival ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah yang menampilkan koleksi keris dan badik dengan beragam motif serta teknik tempa tradisional. Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan keaslian, keunikan, dan nilai sejarah dari masing-masing benda pusaka.

Selain kontes keris dan badik, acara juga dimeriahkan dengan pameran benda pusaka, pameran produk UMKM lokal, pameran batu ngalo, serta panggung seni dan budaya yang menampilkan pertunjukan tradisional khas Mandar dan daerah lainnya.

Dr. H. Imran K. Kesa menyambut positif kegiatan ini dan menyatakan bahwa kehadiran Kementerian Agama merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya lokal yang selaras dengan nilai-nilai spiritualitas dan kearifan lokal masyarakat.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperkuat jati diri kebudayaan Sulawesi Barat di tingkat nasional.