Ka.Kan. Kemenag Polman Jadi Narasumber pada Kegiatan Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini di Polewali Mandar

Admin

Ka.Kan. Kemenag Polman Jadi Narasumber pada Kegiatan Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini di Polewali Mandar

Polewali Mandar (Kemenag Polman News) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, H. Imran K. Kesa, menjadi narasumber pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Perempuan melalui Upaya Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini yang digelar oleh Pokja 1 Tim Penggerak PKK Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (29/10/2025), bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh drg. Hj. Sri Harni Patandianan, Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Polewali Mandar, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah terjadinya pernikahan anak.

“Upaya pencegahan pernikahan anak harus dimulai dari rumah, dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan mental sebelum menikah. Pemerintah daerah bersama PKK dan Kemenag terus bersinergi agar generasi muda Polewali Mandar memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar drg. Hj. Sri Harni Patandianan.

Turut hadir Hj. Syamsiah Fahri, Staf Ahli Tim PKK Kabupaten Polewali Mandar yang mewakili Ketua Tim PKK Kabupaten, serta perwakilan guru dan siswa dari SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN 3 Polewali Mandar, dan ibu-ibu Tim PKK Kecamatan se-Kabupaten Polewali Mandar.

Dalam pemaparannya, H. Imran K. Kesa menyampaikan materi berjudul “Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini”. Ia menegaskan bahwa persoalan pernikahan dini bukan hanya urusan sosial, tetapi juga moral dan spiritual.

“Pencegahan pernikahan usia dini harus menjadi tanggung jawab bersama. Pendidikan agama berperan penting dalam membentuk karakter remaja agar mampu memahami makna pernikahan yang sebenarnya, yakni sebagai ibadah yang dilandasi kesiapan lahir dan batin,” tutur H. Imran.

Sementara itu, Hj. Syamsiah Fahri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membuka wawasan para remaja dan orang tua untuk lebih memahami dampak negatif pernikahan dini, serta menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan interaktif. Peserta aktif berdiskusi serta berbagi pengalaman terkait upaya pencegahan pernikahan usia dini di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, dan PKK dapat terus terjalin untuk membangun generasi muda Polewali Mandar yang sehat, berpendidikan, dan siap menghadapi masa depan tanpa terjebak dalam pernikahan usia dini.