Kakankemenag H. Imram K Lantik Pengurus Cabang Perkumpulan Guru Inpassing Nasional Periode 2025-2030
Polewali Mandar (KemenagPolmanNEWS) – Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Polewali Mandar melantik Pengurus Cabang Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Kab. Polman, Sabtu (5/7).
Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi PGIN, Kemenag, dan DPR RI dalam Mendorong Kebijakan Berbasis Kebutuhan Guru Madrasah Swasta” ini berlangsung khidmat di Aula Kantor Kemenag Polman. Pelantikan disaksikan langsung oleh 150 guru inpassing dari Kabupaten Polewali Mandar dan 10 guru inpassing perwakilan dari Kabupaten Majene.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Polman, H. Marsuki, serta sejumlah tamu undangan dari kalangan guru dan tokoh pendidikan.
Dalam sambutannya, Kakankemenag H. Imran K. menyampaikan bahwa keberadaan guru inpassing di madrasah swasta memiliki kontribusi besar dalam mencerdaskan generasi bangsa, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan awal dari penguatan peran guru inpassing dalam dunia pendidikan madrasah.
“Guru inpassing adalah tulang punggung dalam pengelolaan pendidikan madrasah swasta. Dengan terbentuknya kepengurusan PGIN ini, saya berharap ada sinergi yang kuat antara organisasi profesi guru dan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Idris, dalam laporannya menyampaikan harapannya agar pengurus yang baru saja dilantik dapat menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi para guru inpassing, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar.
“Kami berharap kepengurusan PGIN yang baru ini mampu menyatukan semangat dan langkah para guru inpassing, serta memperjuangkan hak-hak mereka secara kolektif dan terorganisir,” ujarnya.
Pelantikan ditutup dengan pembacaan ikrar pengurus dan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya amanah baru para pengurus PGIN untuk lima tahun ke depan.
Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Bersama Anggota DPR RI yang membahas isu-isu strategis terkait kebijakan pendidikan madrasah, khususnya nasib guru inpassing. Dialog ini menjadi ruang diskusi antara guru, pengurus PGIN, dan legislator sebagai bentuk kolaborasi nyata.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, digelar Workshop Peningkatan Kapasitas Guru Madrasah Swasta dengan tema “Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Madrasah Melalui Literasi Digital”. Workshop ini diharapkan dapat mendorong penguatan kompetensi para guru madrasah dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus mendukung proses pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi.









