Kanwil Kemenag Sulbar Evaluasi Serapan Anggaran Triwulan II, Tekankan Program Berdampak bagi Masyarakat
Polewali Mandar – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Evaluasi Serapan Anggaran Program dan Kegiatan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Polewali Mandar, Kamis (9/7/2026).
Rapat evaluasi dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, H. Adnan Nota, dan dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha H. Suharli, para kepala bidang dan pembimbing masyarakat (Pembimas), kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten, pejabat pengawas, serta kepala satuan kerja madrasah negeri se-Sulawesi Barat.
Dalam arahannya, H. Adnan Nota menegaskan pentingnya optimalisasi serapan anggaran sebagai salah satu indikator utama dalam mengukur kinerja institusi. Menurutnya, setiap program yang telah direncanakan sejak awal harus dilaksanakan secara maksimal agar target kinerja dapat tercapai.
"Serapan anggaran harus benar-benar menjadi perhatian. Program yang telah kita desain sejak awal harus direalisasikan sesuai perencanaan. Apabila serapan anggaran tidak tercapai tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka hal tersebut akan berdampak pada penilaian kinerja institusi. Salah satu indikator keberhasilan kinerja diukur dari tingkat serapan anggaran," ujarnya.
Selain menyoroti pengelolaan anggaran, Kepala Kanwil juga menyampaikan arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama agar seluruh program dan kegiatan lebih diarahkan pada aktivitas yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Sesuai arahan Sekretaris Jenderal, kita diminta mengarahkan program dan kegiatan pada hal-hal yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kegiatan yang bersifat sosialisasi perlu dikurangi dan dialihkan pada program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Pada kesempatan tersebut, H. Adnan Nota juga menekankan implementasi program Ekoteologi sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama. Ia meminta seluruh satuan kerja, khususnya madrasah, menyediakan ruang khusus dalam pelaksanaan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) bagi peserta didik baru untuk mengikuti kegiatan yang mendukung pelestarian lingkungan.
"Program Ekoteologi harus menjadi perhatian kita bersama. Saya meminta madrasah menyediakan sesi khusus bagi siswa baru untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon dan aksi bersih-bersih lingkungan sebagai bagian dari implementasi Ekoteologi di lingkungan madrasah," tegasnya.
Rapat evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program, mengoptimalkan serapan anggaran, serta memastikan setiap kegiatan yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berdampak khusunya di Sulawesi Barat.









