Kemenag Polman dan IGRA Gelar Bimtek EMIS 4.0 dan EMIS GTK bagi RA

Admin

Kemenag Polman dan IGRA Gelar Bimtek EMIS 4.0 dan EMIS GTK bagi RA

Polewali Mandar – Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) bekerja sama dengan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Polewali Mandar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) EMIS 4.0 dan EMIS GTK bagi Kepala Raudhatul Athfal (RA) dan operator RA se-Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (31/7/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, H. Abd. Haris, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H. Marsuki, beserta jajaran Seksi Pendidikan Madrasah. Hadir pula para Pengawas RA serta peserta bimtek yang terdiri atas Kepala RA dan operator RA.

 

Bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola data RA dalam mengoperasikan aplikasi EMIS 4.0 dan EMIS GTK sehingga proses pendataan peserta didik, satuan pendidikan, serta guru dan tenaga kependidikan dapat dilakukan secara akurat, lengkap, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Pada kegiatan tersebut, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, H. Abd. Haris, menegaskan pentingnya validitas data sebagai dasar penyusunan kebijakan dan pelaksanaan berbagai program pendidikan madrasah. Menurutnya, pengelolaan data yang akurat menjadi tanggung jawab bersama seluruh satuan pendidikan.

 

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H. Marsuki, menyampaikan bahwa EMIS merupakan sistem pendataan utama di lingkungan Kementerian Agama. Karena itu, setiap madrasah dan RA diharapkan mampu memastikan seluruh data yang diinput selalu valid, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi riil agar dapat mendukung perencanaan dan penyaluran program secara tepat sasaran.

 

Sesi teknis dipandu oleh staf Seksi Pendidikan Madrasah, yaitu Albar, Basira, dan Suhri. Ketiganya memberikan penjelasan mengenai tata cara pengisian EMIS 4.0 dan EMIS GTK, mulai dari proses pembaruan data satuan pendidikan, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, hingga penyelesaian berbagai kendala yang sering dihadapi operator dalam pengelolaan data.