Kemenag Polman Gelar Rapat Pembentukan Tim Munaqisy, Tindak Lanjuti Kick Off BBAQ Kemenag RI

Fadli

Kemenag Polman Gelar Rapat Pembentukan Tim Munaqisy, Tindak Lanjuti Kick Off BBAQ Kemenag RI

Polewali (KemenagPolmanNEWS) 28 Mei 2025 — Menindaklanjuti Kick Off Program Nasional Bebas Buta Aksara Al-Qur’an (BBAQ) yang diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar segera mengambil langkah konkret dengan menggelar rapat pembentukan Tim Munaqisy (Penilai).

 

Rapat berlangsung di ruang Rapat Kepala Kemenag Polman dan dipimpin oleh Plh. Kepala Kantor, M. Athar S. Hadir dalam rapat ini sejumlah pejabat penting, antara lain Kasubag TU H. Lahida, Kepala Seksi PHU H. Manju, Kepala Seksi PAI H. Mimsyad, Kepala Seksi Madrasah H. Marsuki, serta Plh. Kepala Seksi Bimas Islam H. Laupa yang juga bertugas sebagai Penyelenggara Zakat dan Wakaf.

 

Dalam rapat ini, disepakati pembentukan awal Tim Munaqisy, yang nantinya akan bertugas sebagai penguji internal dalam pelaksanaan program BBAQ. Namun sebelum Surat Keputusan (SK) tim diterbitkan, para calon penguji terlebih dahulu akan mengikuti uji kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai langkah awal penjaminan mutu.

 

Kegiatan uji baca Al-Qur’an bagi calon Tim Munaqisy dijadwalkan akan dilaksanakan hari ini pukul 14.30 WITA di ruang rapat Kantor Kemenag Polman. Uji baca akan dipandu langsung oleh H. Jamaluddin Pande, tokoh yang telah dikenal luas sebagai Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten maupun provinsi.

 

Plh. Kepala Kemenag Polman, M. Athar S., dalam arahannya menegaskan pentingnya keteladanan dan kredibilitas para penguji. “Program ini adalah bagian dari ikhtiar besar kita untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an. Maka kita harus memastikan Tim Munaqisy adalah orang-orang yang mumpuni dalam bacaan dan pemahamannya terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

 

Langkah ini menjadi penanda seriusnya komitmen Kemenag Polman dalam menyukseskan program nasional BBAQ, sekaligus memperkuat budaya literasi Al-Qur’an di masyarakat Kabupaten Polewali Mandar.