Kemenag Sulbar Libatkan 14.490 Murid Baru Madrasah dalam Penanaman Mangrove dan Aksi Bersih Lingkungan
Polewali Mandar – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat menggelar gerakan Penanaman Pohon Mangrove dan Aksi Bersih Lingkungan sebagai bagian dari rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Sulawesi Barat tersebut melibatkan sebanyak 14.490 murid baru madrasah. Gerakan ini menjadi bagian dari implementasi program ekoteologi di lingkungan madrasah sekaligus upaya menanamkan kepedulian terhadap kelestarian alam sejak dini.
Untuk kegiatan penanaman mangrove, pelaksanaan dipusatkan di Pantai Bajoe, Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Sementara aksi peduli lingkungan lainnya digelar di sejumlah titik, di antaranya bersih-bersih Pantai Bahari Polewali, kawasan Alun-Alun dan sekitar Masjid Merdeka Wonomulyo, penanaman pohon di Pantai Gonda Kecamatan Campalagian, serta aksi kebersihan di sekitar Pasar Tinambung dan Masjid Raya Tinambung.
Pelaksanaan kegiatan di Pantai Bajoe dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat, H. Adnan Nota, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar, Syarifuddin Wahab, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulbar, H. Syamsul, serta jajaran pejabat pengawas, guru, dan tenaga kependidikan madrasah.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, H. Abd. Haris, turut mengikuti kegiatan tersebut secara virtual melalui Zoom Meeting bersama peserta dari berbagai madrasah di Kabupaten Polewali Mandar.
Kepala DLHK Kabupaten Polewali Mandar, Syarifuddin Wahab, mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag Sulbar yang memasukkan nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam rangkaian kegiatan MATAMUDA 2026.
Menurutnya, keterlibatan peserta didik dalam kegiatan lingkungan menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.
"Kami mengapresiasi inisiatif Kementerian Agama yang menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Lingkungan yang baik harus dijaga bersama, dan edukasi sejak dini menjadi hal yang sangat penting," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat, H. Adnan Nota, menyampaikan bahwa gerakan ekoteologi merupakan salah satu program prioritas Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Namun, menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya karena adanya program pemerintah, melainkan merupakan kebutuhan bersama.
"Ini merupakan program prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar. Tapi bukan karena program ini sehingga kita berekoteologi. Ekoteologi itu adalah kebutuhan," ungkapnya.
Adnan menjelaskan, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam yang saat ini menghadapi berbagai ancaman akibat aktivitas yang tidak ramah lingkungan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pencemaran akibat sampah, khususnya sampah plastik yang dapat merusak ekosistem laut dan daratan.
"Ketika ada orang yang membuang sampah sembarangan, apalagi dalam bentuk plastik, itu artinya sedang merusak bumi," tegasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baik dalam menjaga lingkungan, terutama bagi peserta didik madrasah.
"Kita berekoteologi hari ini karena kita mewariskan bumi. Bumi dan lingkungan yang sehat kita wariskan kepada generasi kita. Karena itu, hari ini bukan cuma sekadar seremoni, tetapi kita sedang menghidupkan bumi yang sehat," pungkasnya.
Melalui kegiatan Penanaman Mangrove dan Aksi Bersih Lingkungan ini, Kemenag Sulbar berharap nilai-nilai ekoteologi dapat semakin tertanam dalam kehidupan peserta didik. Selain menjadi bagian dari MATAMUDA 2026, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen madrasah dalam membangun generasi yang berkarakter, peduli lingkungan, dan memiliki kesadaran terhadap keberlanjutan alam.









