MTs DDI Basseang Bekali Siswa Baru Pemahaman Hukum melalui Sosialisasi Stop Bullying dan Bahaya Narkoba
Polewali Mandar – MTs DDI Basseang mengisi rangkaian Masa Ta'aruf Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan kegiatan sosialisasi hukum bertema "Stop Bullying dan Bahaya Narkoba", Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum, membentuk karakter peserta didik, serta menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan maupun penyalahgunaan narkoba.
Sosialisasi menghadirkan Kepala Seksi Hukum Polres Polewali Mandar, AKP. Muhammad Yasin, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan pentingnya memahami hukum sejak dini, khususnya terkait dampak perundungan yang dapat terjadi secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.
Muhammad Yasin menjelaskan bahwa tindakan bullying tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis dan sosial korban, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelakunya. Ia juga mengajak para siswa menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba karena dapat merusak kesehatan, masa depan, dan kehidupan sosial generasi muda.
Materi kemudian diperdalam oleh Kanit Binmas Polsek Polewali, AIPTU. Jabal Nur, yang mengajak peserta didik membangun budaya saling menghargai, menjalin persahabatan yang sehat, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Polewali, AIPDA. Jadikan, memberikan motivasi kepada para siswa agar menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat.
Pengawas Pembina MTs DDI Basseang, Basri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi sinergi Polres Polewali Mandar dan Polsek Polewali dalam memberikan pembinaan kepada peserta didik baru. Menurutnya, MATAMUDA tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter, integritas, kedisiplinan, kepedulian, dan kesadaran hukum sejak awal masa pendidikan.
Ia juga mengajak seluruh peserta didik menjadikan madrasah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh kasih sayang, sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan demikian, tidak ada ruang bagi perilaku perundungan maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan madrasah.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta didik. Selain mengikuti penyampaian materi, siswa juga aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.
Melalui kegiatan ini, MTs DDI Basseang berharap seluruh peserta didik baru memiliki komitmen untuk menerapkan nilai-nilai hukum dalam kehidupan sehari-hari dengan mengampanyekan semangat "Stop Bullying, Tolak Narkoba, dan Taat Hukum" sebagai upaya bersama mewujudkan budaya madrasah yang aman, damai, dan berkarakter.









