MUI Polewali Mandar Perkuat Peran Keumatan melalui Bahtsul Masail Tingkat Kabupaten

Habibi Said

MUI Polewali Mandar Perkuat Peran Keumatan melalui Bahtsul Masail Tingkat Kabupaten

Polewali Mandar (KemenagPolmanNEWS) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Polewali Mandar melanjutkan agenda kelembagaan dengan menggelar Bahtsul Masail setelah pengukuhan pengurus MUI tingkat kecamatan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 November 2025, di Aula Rumah Jabatan Bupati Polewali Mandar dan menjadi rangkaian penting dalam memperkuat peran MUI sebagai lembaga keagamaan yang responsif terhadap dinamika masyarakat.

 

Bahtsul Masail dikenal sebagai forum diskusi keagamaan yang membahas persoalan-persoalan aktual yang belum memiliki keputusan atau jawaban yang tegas. Melalui mekanisme tukar pikiran, para peserta dituntut menyajikan argumen yang didukung dalil yang kuat, baik dari Al-Qur’an, hadis, maupun pandangan ulama. Karena itu, forum ini tidak hanya menjadi wadah pemecahan masalah keagamaan, tetapi juga ruang penguatan kapasitas intelektual para pengurus MUI.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar, Moh. Jumadil Tappawali; Ketua Umum MUI Kabupaten Polewali Mandar, K.H. Abd. Syahid Rasyid; serta jajaran pengurus harian MUI, yaitu Kiai Sirajuddin (Ketua I), Syuaib Jawas, Andi Syukri (Sekretaris Umum), dan Kiai Munu Kamaluddin (Ketua III). Selain itu, Imam Besar Masjid Agung Syuhada yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI Polman, Sayyid Ahmad Fadlu Almahdaly, turut hadir mendampingi pengurus MUI tingkat kecamatan yang baru saja dikukuhkan.

 

Forum Bahtsul Masail kali ini menyoroti sejumlah isu aktual yang tengah berkembang di Kabupaten Polewali Mandar yang memerlukan landasan hukum Islam yang jelas. Peserta dari berbagai kecamatan terlihat aktif menyampaikan pandangan, dengan masing-masing memberikan analisis mendalam yang dilandasi dalil yang kuat. Perbedaan perspektif yang muncul membuat diskusi berlangsung alot, namun tetap dalam suasana akademis dan penuh penghormatan.

 

Sesi perdebatan yang dinamis tersebut menunjukkan tingginya antusiasme para ulama dan pengurus MUI dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi kemaslahatan umat. Beberapa isu yang dibahas memerlukan pendalaman yang lebih komprehensif, sehingga forum Bahtsul Masail menjadi ruang yang tepat untuk merumuskan jawaban bersama berdasarkan prinsip-prinsip keislaman.

 

Melalui kegiatan ini, MUI Kabupaten Polewali Mandar berharap dapat menghasilkan rekomendasi keagamaan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga relevan dengan kondisi masyarakat setempat. Bahtsul Masail juga sekaligus memperkuat sinergi antar-pengurus di berbagai tingkatan, terutama setelah pengukuhan struktur MUI kecamatan yang diharapkan meningkatkan efektivitas pelayanan keumatan.

 

Kegiatan ini menegaskan komitmen MUI Polewali Mandar dalam menjaga peran strategisnya sebagai rujukan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan semakin kompleksnya tantangan sosial dan moral, forum Bahtsul Masail menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan panduan yang dikeluarkan MUI memiliki dasar keilmuan yang kuat serta sesuai dengan kebutuhan umat di Kabupaten Polewali Mandar.