Penyelenggara Kristen Kemenag Polman Gelar Dialog Kerukunan dan Pembinaan Keluarga Kristen

Fadli

Penyelenggara Kristen Kemenag Polman Gelar Dialog Kerukunan dan Pembinaan Keluarga Kristen

Wonomulyo, (KemenagPolmanNEWS) Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar menggelar kegiatan Dialog Kerukunan dan Pembinaan Keluarga Kristen sebagai upaya memperkuat harmoni internal umat dan antar umat beragama di Kabuapaten Polewali Mandar. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 13 gereja dengan latar belakang 6 denominasi yang berbeda. Rabu, 30 Juli 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Polewali Mandar, Dr. H. Imran K. Kesa. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran serta dan persatuan para tokoh lintas agama.

"Kemerdekaan Indonesia adalah buah dari persatuan seluruh elemen bangsa, termasuk para tokoh agama. Kerukunan adalah fondasi utama kehidupan berbangsa yang damai dan berkeadaban," ujarnya.

Dr. Imran juga menekankan pentingnya nilai take and give dalam kehidupan beragama serta mengingatkan kembali delapan Asta Protas Kementerian Agama, dengan poin utama yakni menciptakan kerukunan dan cinta kemanusiaan. Ia mengutip UUD 1945 Pasal 29 ayat 2, yang menegaskan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

“Damai bukan berarti kita harus sama, tetapi mampu hidup berdampingan dalam perbedaan. Semirip-miripnya kita, pasti ada perbedaan. Karena itu, kita tidak boleh memaksakan kesamaan, tapi harus saling menghormati,” tambahnya.

“Kerukunan umat beragama mencakup dua aspek penting: kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan intern umat beragama. Keduanya harus terus dibina dan dijaga bersama,” tutur Imran.

Penyelenggara Kristen Kemenag Polman, Jamaludin, S.Th., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kerukunan internal umat Kristen serta mempererat hubungan lintas denominasi yang ada di Polewali Mandar.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesadaran beragama yang moderat serta mempererat hubungan antar keluarga Kristen di Kabupaten Polewali Mandar.