Terwujudnya pembinaan dan monitoring penyuluh Agama kristen dalam prospek digitalisasi.

Admin

Terwujudnya pembinaan dan monitoring penyuluh Agama kristen dalam prospek digitalisasi.

Polewali Mandar (9–10 September 2025) – Berdasarkan surat tugas dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Penyelenggara Kristen bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Lukman, SE., serta tenaga struktural PPPK Marseni, S.IP., melaksanakan kegiatan monitoring dan pembinaan penyuluh Agama Kristen.

Kegiatan ini diawali di KUA Kecamatan Wonomulyo dengan melakukan evaluasi kinerja penyuluh Agama Kristen, Lano, S.Pd. Rombongan diterima langsung oleh Kepala KUA Wonomulyo dan berdialog bersama penyuluh Kristen. Dalam kesempatan tersebut, tim memberikan pembinaan terkait prospek digitalisasi dalam format pelaporan kegiatan penyuluh.

Penyuluh Agama Kristen dibina untuk lebih aktif dalam melaksanakan kegiatan pada kelompok binaan remaja, pemuda, lansia, serta konseling bersama tokoh-tokoh gereja di wilayah penyuluhan. Penyelenggara Kristen berharap penyuluh CPNS dapat mengoptimalkan hasil kegiatan penyuluhan, menyimpannya dengan baik melalui perangkat laptop atau aplikasi penyimpanan digital seperti Blesdis, sehingga data pelayanan keagamaan lebih tertata dan mudah diakses.

Selain itu, monitoring juga dilakukan di KUA Kecamatan Matakali terhadap penyuluh Agama Kristen, Falen, S.Pd. Tim memberikan arahan tentang program digitalisasi pelaporan penyuluh yang mulai diwujudkan di tahun 2025 melalui aplikasi Eva Pakris. Diharapkan seluruh pembinaan dan konseling dapat tercatat dengan rapi secara digital.

Penyelenggara Kristen juga melaksanakan kunjungan kerja ke beberapa organisasi gereja di wilayah penyuluhan, antara lain:

  • Gereja Masehi Injili Sidodadi

  • Gereja Baptis Kalvari, Desa Bumi Ayu, Kecamatan Wonomulyo

  • Gereja Kemah Injil Salupaku

Dalam kunjungan tersebut, tim berdiskusi dengan para tokoh gereja, di antaranya Dr. Silad Sudarman, M.Pd. (Pendeta Gereja Baptis), Pendeta Ritmen, S.Th. (Gereja Kemah Injil Salupaku), serta Ketua Majelis, Marthen Pasau. Para tokoh gereja memberikan apresiasi atas kerja nyata penyuluh Agama Kristen yang telah melaksanakan tugas dengan baik, sekaligus mendukung sosialisasi penguatan Moderasi Beragama di tengah umat.

Melalui pembinaan ini, Kementerian Agama berharap peran penyuluh Agama Kristen semakin optimal, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menguatkan moderasi beragama dengan basis digitalisasi yang akuntabel dan berkelanjutan.