Sendana – Pegelaran Scout Camp Mahabbah Pandu Ma’arif 2026 resmi dibuka di Bumi Perkemahan Buraq, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dalam menyambut Hari Lahir Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU).

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Majene H. Ardiansyah hadir mewakili Bupati Majene sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua Umum Pandu Ma’arif H. Mojiburrahman, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat H. Adnan Nota, para pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Kanwil Kemenag Sulbar, serta para kepala madrasah se-Sulawesi Barat.

 

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulbar H. Adnan Nota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Besar Sako Ma’arif atas perhatian dan fasilitasi yang diberikan kepada Sako Ma’arif di Provinsi Sulawesi Barat. Ia menilai pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi peserta untuk memperoleh pengalaman dan pembelajaran melalui kegiatan kepanduan.

 

“Ucapan terima kasih kepada Pengurus Besar Sako Ma’arif atas atensi dan fasilitasi yang diberikan kepada Sako Ma’arif di Provinsi Sulawesi Barat. Alhamdulillah, hari ini kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, H. Adnan Nota juga menyampaikan dua hal penting yang perlu dimiliki peserta sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045, yakni karakter yang kuat dan life skill.

 

Menurutnya, perkembangan zaman menuntut generasi muda memiliki karakter yang kokoh sebagai modal dalam menghadapi berbagai perubahan. Karakter tersebut mencakup karakter keilmuan, karakter santri, karakter etika, serta nilai-nilai lainnya yang menjadi fondasi dalam membangun generasi berkualitas.

 

“Yang pertama, kita harus punya karakter yang kuat. Bagaimana kita berselancar mengarungi perkembangan hari ini, kita harus punya karakter. Karakter keilmuan, karakter santri, karakter etika dan seterusnya. Itu modal dasar untuk bisa mencapai ke sana,” jelasnya.

 

Selain karakter, lanjutnya, peserta juga perlu memiliki life skill yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut H. Adnan Nota, pembelajaran yang diperoleh melalui kegiatan kepanduan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga pembentukan keterampilan dan sikap yang berguna dalam menghadapi kehidupan.

 

“Yang kedua, hari ini tidak sebatas kebutuhan ilmu pengetahuan semata. Catatan-catatan di perjalanan bukan persoalan pengetahuan semata, tapi jiwa life skill. Karakter yang membuat kita memiliki life skill itu yang membuat kita menjadi salah satu di antaranya,” lanjutnya.

 

Ia berharap berbagai materi dan keterampilan yang diberikan oleh pengurus, pelatih, dan guru dalam kegiatan Scout Camp Mahabbah Pandu Ma’arif 2026 tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Karena itu, apa yang dilatihkan oleh para pengurus, apa yang dilatihkan oleh para pelatih dan guru-guru, itu tidak sebatas teori, tapi diaplikasikan dalam kehidupan, terutama dua hal pokok tersebut,” tutupnya.

 

Scout Camp Mahabbah Pandu Ma’arif 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi peserta untuk memperkuat karakter, keterampilan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan melalui kegiatan kepanduan. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir LP Ma’arif NU.