Wonomulyo — Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar terus mendorong penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan workshop implementasi KBC di MTs As’adiyah Al-Muhajirin Wonomulyo yang berlangsung selama dua hari dan berakhir, Rabu (16/9/2026).

 

Workshop tersebut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Polman, H. Marsuki, Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (Pokjawas) Kabupaten Polewali Mandar, Muhaimin, serta para pengawas madrasah.

 

Dalam kesempatan tersebut, H. Marsuki memberikan penguatan kepada para peserta mengenai pentingnya penerapan nilai-nilai cinta dalam penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, KBC tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga bagaimana seluruh warga madrasah membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, humanis, dan mendorong tumbuhnya karakter peserta didik.

 

“Kurikulum Berbasis Cinta harus kita pahami sebagai pendekatan dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Peserta didik perlu mendapatkan ruang untuk tumbuh dalam suasana yang penuh penghargaan, kepedulian, dan keteladanan,” ujar H. Marsuki.

 

Ia menekankan, penerapan KBC membutuhkan keterlibatan seluruh unsur madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik. Karena itu, pemahaman yang sama mengenai konsep dan implementasi KBC menjadi penting agar nilai-nilai yang diusung dapat diterapkan secara konsisten.

 

H. Marsuki juga mendorong para pendidik untuk menjadikan nilai-nilai cinta sebagai bagian dari praktik pembelajaran maupun interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah.

 

“Guru memiliki posisi penting dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Keteladanan guru, cara berkomunikasi, cara memberikan pembinaan, dan bagaimana memperlakukan peserta didik merupakan bagian dari proses pendidikan itu sendiri,” jelasnya.

 

Workshop yang dilaksanakan selama dua hari tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi KBC sekaligus mendiskusikan penerapannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan madrasah.

 

Dengan berakhirnya kegiatan workshop di MTs As’adiyah Al-Muhajirin, Kemenag Polman berharap pemahaman yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penerapan nyata dalam proses pembelajaran dan budaya madrasah.

 

“Harapannya, setelah workshop ini, implementasi KBC benar-benar terlihat dalam kehidupan madrasah. Nilai-nilai cinta harus hadir dalam pembelajaran, dalam hubungan antara guru dan siswa, maupun dalam hubungan antarsesama warga madrasah,” pungkas H. Marsuki.